Tak
terbesit olehku sebelumnya
Akan
terjaring dalam jerat rasa
Awalnya
aku tak percaya
Dan
selalu kubantah semuanya
Kembali
ku dalam memory masa lalu
Segala
ucapanku kini tertelan tak sengaja
Bagaimana
bisa ?
Sedang
aku tak merencanakannya
Tajamnya
lidah kini benar kurasa
Segala
yang kusangkal kini kualami jua
Malu
sungguh aku malu
Pada
mereka yang mendengar petuahku kala itu
Rasa
ternyata timbul dengan berbagai cara
Tanpa
memakai logika
Tersenyum
malu aku saat ini
Cengar cengir
sendiri layaknya gila
Merah
delima rona pipiku,
Mendengar
ejekan mereka terhadapku
Sekali
lagi, bagaimana ini bisa kualami
Sedang
aku tak bermain rasa dalam kisah ini
Tanpa
sadar hatiku luluh, hatiku tersentuh
Larut
dalam satu ruang social media,
Hingga
puncak dilema ini menerpaku,
Kutinggalkan
dia demi maya-ku
Logika-ku
kini tlah pudar
Berganti
rasa nyaman yang kuperdepankan,
Kini ku
menyadari Cinta itu anugerah yang Kuasa
Dari
segala penjuru dia datangnya,
Tanpa
bermain logika,
Hanya
berdasar rasa dan takdir-Nya
Termenung
aku akan keajaiban rasa,
Melamun
sendiri mengabaikan logika,
Diiringi
sepasang camar yang bersiul dibalik jendela,
Mengintipku sedang tersipu depan layar kaca.
![]() | |
| Illustrasi By : Google |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar