Selasa, 22 Oktober 2013

Lumpuhnya Suatu Logika



 Tak terbesit olehku sebelumnya
Akan terjaring dalam jerat rasa
Awalnya aku tak percaya
Dan selalu kubantah semuanya

Kembali ku dalam memory masa lalu
Segala ucapanku kini tertelan tak sengaja
Bagaimana bisa ?
Sedang aku tak merencanakannya

Tajamnya lidah kini benar kurasa
Segala yang kusangkal kini kualami jua
Malu sungguh aku malu
Pada mereka yang mendengar petuahku kala itu


Rasa ternyata timbul dengan berbagai cara
Tanpa memakai logika
Tersenyum malu aku saat ini
Cengar cengir sendiri layaknya gila
Merah delima rona pipiku,
Mendengar ejekan mereka terhadapku

Sekali lagi, bagaimana ini bisa kualami
Sedang aku tak bermain rasa dalam kisah ini
Tanpa sadar hatiku luluh, hatiku tersentuh
Larut dalam satu ruang social media,
Hingga puncak dilema ini menerpaku,
Kutinggalkan dia demi maya-ku
Logika-ku kini tlah pudar
Berganti rasa nyaman yang kuperdepankan,

Kini ku menyadari  Cinta itu anugerah yang Kuasa
Dari segala penjuru dia datangnya,
Tanpa bermain logika,
Hanya berdasar rasa dan takdir-Nya

Termenung aku akan keajaiban rasa,
Melamun sendiri mengabaikan logika,
Diiringi sepasang camar yang bersiul dibalik jendela,
Mengintipku sedang tersipu depan layar kaca.




Illustrasi By : Google



Tidak ada komentar:

Posting Komentar