Raga tak selalu berjumpa,
Perasaan masih terambang,
Walau keyakinan tentang rasa ini belum sempurna,
Namun rindu dan cemas selalu menyapa,
Kamu yang jauh disana,
Apakah mengerti keseriusan ini?
Walau masih kucoba, namun pelan tapi pasti,
Semua pasti kutepati,
Sedikit demi sedikit sifatmu mulai ku pahami,
Apa inginmu kadang mulai kumaklumi,
Namun pola fikirmu itu,
Yang membuatku bimbang,
Karena bertolak belakang dengan fikirku..
Mungkin di matamu aku sosok yg manja.
Namun ku coba mendewasakan diri,
Mencoba menyeimbangi jarak kita,
Mencoba menyelaraskan perbedaan ini.
Pesan demi pesan mulai kuukir,
Untukmu wahai pencuri hati,
Meski kau tak paham dengan apa yang kuukir,
Namun tetap kupertahankan ukiran ini,
Ukiran perasaan yang kadang egois,
Ukiran hati yang selalu ingin menang sendiri,
Berharap engkau akan berbalik memahamiku,
Berharap engkau mau sedikit lebih peduli,
Tuhan,,,
Jika kami kau ciptakan untuk bersama,
Jagalah selalu hatinya untukku,
Jika dia memanglah pilihan terbaik,
Jagalah selalu hatiku untuknya,
![]() | |||||
| ilustrasi by google |
Catatan Cahaya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar