Tiada kata yang mampu kuucap kini,
Ketika jiwa tlah menyadari setiap hilaf yang tlah terlewati,
Rasaku kini berbalik dengan rasaku dulu,
Asaku kini memudar ditengah kejamnya masa lalu,
Terjebak aku dalam perasaan,
Perasaan kagum yang teramat besar,
Kagum pada sosok adam yang arif dan tegar,
Sosok itu mengingatkanku pada dia,
Dia yang tak sengaja masuk dihidupku,
Namun tanpa sopan,
Kupinta dia keluar menjauh,
Iya, tanpa sopan..
Aku sungguh tak sopan,
Tak berperasaan,
Ku hempaskan dia,
Ku capakkan dia,
Hingga kini belum ada kata maaf terucap,
Dari lisanku,
Walau hati selalu menjerit memanggil namanya,
Selalu terbayang peristiwa itu,
Sungguh ironi,
Layaknya kaum VOC menindas jajahannya,
Air mata penyesalan menetes setiap ku mengingatnya,
Ingin sekali kuperbaiki setiap kesalahanku padanya.
Namun semua sudah terlambat,
Tinggal aku disini merasakan imbasnya,
Duplikat dirinya kini hadir di hidupku,
Yang tak pernah kusangka aku mengaguminya,
Namun kagumku mungkin hanya terpendam,
Dan aku hanya bisa diam,
Tak banyak yang bisa aku lakukan,
Karena aku sadar inilah karmaku,
Akibat kusia-siakan dia yang dulu ada dihidupku.
![]() | |
| ilustrasi by google |
Catatan Cahaya

jjreeengg jjjrreeeeennggg..... :guitarist: :drumme
BalasHapusggaaalllaaoooo ggaaalllaaaooo mode ON ^:D
bukan galau euy cuma lebay aja hahaha :waaa:
BalasHapus