"Aku ingin begini aku ingin begitu,
Ingin ini ingin itu banyak sekali,
Semua semua semua,
Dapat dikabulkan,
Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib."
Lirik lagu soundtracknya doraemon, siapa yang belum pernah denger? katrok hahaha XD
Yah lagu ini menggambarkan segala keinginan Nobita dalam kesehariannya, seperti ingin mendapat nilai 100, ingin dapet mainan yang disukainya, ingin mengalahkan Giant sampai keinginannya mendapatkan hati Sisuka.
Semua mungkin dapat terkabul dengan kantong ajaibnya Doraemon. Walau pada endingnya Nobita selalu dapet kesialan heehee.
Sekilas enak kali ya, jika segala keinginan kita dapat terkabul begitu mudahnya dengan kantong ajaib. Kita bisa minta ini itu semau kita. Kalau saja kantong ajaib itu ada padaku, aku pengen banget minta pacar ganteng, kaya, mapan, punya segalanya dan aku tinggal hengkang-hengkang kaki hahaha #matre mode on.
Tapi sayangnya kantong ajaib itu cuma cerita fiksi belaka, karangan orang Jepang. Heran ya orang Jepang itu kok pinternya ga karuan, saluttttttt :)
Dalam cerita Nobita tersebut, 1 diantaranya memang benar-benar terjadi di kehidupan kita. Contohnya liat saja disekeliling kita, sahabat kita, keluarga kita, sampai pasangan kita. Orang-orang disekitar kita itu (termasuk aku dan kamu ya blogger :p ) selalu banyak maunya ga pernah ada puas-puasnya sama sekali. Terlalu banyak memilih, bahkan sering ada ucapan yg pernah aku dengar, kurang lebih seperti ini "Jika ada yang lebih baik mengapa harus bertahan pada yang ini." Ucapan ini seringkali ku dengar dari berbagai lisan manusia heee. Ini menandakan kita itu ingin berganti-ganti segala sesuatu agar kita merasa lebih baik kedepannya, tapi apakah pernah sebentar saja kita berfikir untuk memantaskan diri kita mendapatkan yang terbaik?
Pernah aku membaca buku judulnya THE MAGIC OF DREAM BOOK karya RANGGA UMARA. Di salah satu halamannya bertuliskan seperti ini "Banyak orang cenderung memilih untuk mengganti pekerjaannya, pasangannya, dan teman-temannya. Tapi tidak pernah mempertimbangkan untuk mengubah dirinya sendiri."
Sejenak aku tertegun membacanya, kuhayati maknanya, lalu ku intropeksi diri, memang benar aku terlalu banyak menuntut, menginginkan perubahan namun aku sendiri belum pernah berubah. Seperti saja pasangan, pasti kita mengharapkan pasangan yang elok rupawan, baik hati, serta setia dan jika pasangan kita tak memenuhi kriteria tersebut cepet-cepet deh diputusin secara sepihak terus nyari lagi yg baru *kasian euy pasti sakitnya kaya tersayat belati oh oh tidak*. Namun apakah kita pernah berfikir, sudah pantaskah kita mendapat pasangan yg demikian? sementara kita sendiri mungkin masih jauh dari kata sempurna *yah memang sempurna itu bukanlah milik manusia*. Lalu mengapa kita mengharap orang yang sempurna? sementara kita saja sudah jelas tidak bisa menjadi seperti itu.
Mulai sekarang marilah kita memantaskan diri, belajar berubah sedikit demi sedikit menuju pribadi yang lebih baik, agar kita bisa pantas bersanding dengan segala sesuatu yang baik pula.
:)
![]() | ||||||
| Illustrasi by Google |

positngan yang bagus,,, (y) Good job sist, smga bermanfaat bagi temen" yang bca postinganmu dan buru" dehh ambil cermin buat berkaca hahahaha :D
BalasHapushahaha makaseh sist @icha :D
BalasHapusaduh cermin saya pecah hahaha :p