Senin, 16 September 2013

I Miss You But I Hate You



Pusing rasanya memikirkan seseorang yang sifatnya masa bodoh.
Status dan hubungan masih terombang-ambing seperti tergantung di menara bendera, berkibar ga jelas tapi tetap disitu-situ aja alias jalan ditempat.

Belum cukup lama memang, tapi rasaku ini sudah seperti gado-gado aja, kadang rindu, kadang juga sebel mungkin sampai benci. Gimana ga sebel, tak pernah ada waktu buatku sama sekali, jarakpun udah kaya Bumi sama Pluto, jauhhhhh gila kan? padahal kan jaman udah canggih, HP jangan ditanya lagi semua orang juga udah punya, dibawa kemana-mana lagi, mau tidur, makan, kerja, bahkan saat boker sekalipun. Tapi kenapa dia tak seperti itu? awalnya kukira dia memang beda dari yang lainnya. Tapi semakin lama aku semakin merasa terabaikan. Akankah benar dia itu menganggapku? atau hanya status palsu? atau dia tak suka kaum hawa?
Aku sudah belajar positif thinking namun negatif thinking selalu merajai otakku, pikiranku mulai kalut, melayang-layang mengikuti segala tanya di hati. 

Pernah sesekali aku membayangkan masa depan, jika benar aku nanti ditakdirkan dengannya. Apakah mungkin aku bisa bahagia? jika sifat acuhnya tak bisa dipoles sedikit saja? apa nanti aku bisa tenang jika dia mengabaikan keadaanku dan juga keadaannya? bukankah semua orang didunia ini ingin diperhatikan? walaupun sekedarnya saja? Aku ini manusia biasa aku lelah memendam segala laraku. Dia seakan tak serius, namun tidak main-main, sedangkan aku seakan main-main tapi sejujurnya aku serius. Kita sungguh bertolak belakang dalam segala aspek. Aku tak tau bagaimana kami nanti. Aku sungguh takut memikirkan masa depan, tapi menghayal dengan tak sengaja aku lakukan, bahkan sering.

Aku ingin tau segala hal tentangnya, tapi dia seperti tak ingin tau tentangku. 

Aku benci sungguh benci, dia bilang mau menungguku, tapi kenapa seperti ini? jauh dari apa yang ada di fikirku. 

Aku benci dia namun kadang juga rindu.


 
illustrasi by Google


2 komentar: